Thursday, December 27, 2012

Belum

Andai bisa biar kulompati bebentang apa yg pada kita tengah merentang
jika berjarak samudera mungkin tergesa bisa aku seberang
tapi berjarak masa apa dg tergesa lantas bisa aku terbang?
Dalam waktu mampu dirubah hilang, yang semula merekah
karena waktu, pada siapapun  akan menitip resah.

Thursday, November 1, 2012

Siang Hari Ini



Siang hari ini berselimut kabut
entah di mana mungkin juga bersembunyi sang mentari di balik kabut
Aku heran bagaimana bisa langit- langit pagi
terbirit mendekap rindu untuk awan siang hari ini
bukan hanya rindu . Tapi kabut, juga kalut

Siang hari ini menimang  rindu
ada nota- nota nada tersulap syahdu.
dan anak- anak angin menyusup masuk
dari pintu balkon kamar yang terbuka separuh

ada teh hijau
ada kamu

Friday, October 19, 2012

Pada- Mu


Kepada Yang selamanya aku akan pulang
Kepada Yang untukku telah menjadi  Rumah
sebelum dengan hakikat-Nya aku ingat

Kepada Yang selamnaya aku akan bermuara
Kepada Yang untukku telah menjadi  Laut
sebelum dengan biru-Nya aku kenal

Kepada Yang selamanya aku kaitkan harap
Kepada yang untukku menjadi segala
tanpa pernah Ia 'menjadi' karena ia telah ada

Kepada Engkau,
Kepada Yang selamnaya kulelapkan mimpi
genggam aku
yang selamanya akan berseranggung ringkuh
di hadap-Mu.


Coba Tanya



Coba tanya pada putih melingkar sinar di atasnya
kita berjalan di lorong waktu yang juga dulu mereka jalani
atau tiap kita dan mereka membawa petak waktu
yang serupa tapi tak sama?

Coba tanya pada putih melingkar sinar di atasnya
Kita berlari di musim yang juga dulu mereka lewati
atau tiap kita dan mereka membawa sisipan- sisipan musim
yang serupa tapi tak sama?


Atau tanya pada ia- nya
tua yang hafal tiap jengkal
tiap tikung juga terjal
Mungkin pernah serupa kita dia bertanya
dan entah di mana ia telah temukan jawabnya

Engkau di Cangkir Kopiku


Biar dihanyut namamu dalam cangkir kopi pagiku
namamu yang masih manis kurasa
walau juga  bersatu pahit hitam kopi
yang juga kelam dengannya.

Biar mengendap namamu di ampas kopi pagiku
namamu yang terus mengapung berputar
walau kupaksa tenggelam dengan sendok besi
yang juga menyerah dianya

Biar ditelan namamu ikut terus dengan aliran kopi
namamu yang masih merintang di rongga dada
walau juga setelahnya kupaksa hilang oleh remah roti
yang juga rapuh dengannya.

Dan di temaram bulan masih saja kutemukan engkau
di piring  makan malamku.
Dari mana engkau kembali?
mungkin tadi siang dari peluh
yang ter- mentari pori kenangan.

Tuesday, August 7, 2012

Jika Mungkin

jika akhirnya semuanya tak lagi
Mungkin dusta tak menyelinap masuki lapisan jujur yang suci

jika akhirnya semuanya tak lagi
Mungkin kemudian tak ada lagi rerumpun kata disandra dan diperalat demi kepentingan pribadi

jika akhirnya semuanya tak lagi
Mungkin lebih mudah memilihi kerikil dusta dari kumpulan suci  pada nampan sanubari



jika semuanya pada akhirnya benar- benar tak lagi 
Mungkin bisa kuminta kalian ajaki aku
demi negri manyemai cinta memupuk rindu
membiarkan ia selalu berumah di dada ini